Rambu di Jalur Mudik Mulai Dipasang

JALUR mudik di Kabupaten Indramayu, baik di jalur utama maupun alternatif, segera dipasangi rambu-rambu lalu lintas. Ditargetkan, paling lama H-10 sebelum Lebaran, seluruh rambu sudah terpasang.

Pemasangan rambu-rambu lalu lintas akan dikonsentrasikan di sejumlah titik-titik strategis yang kerap dilalui pemudik dan titik yang rawan kecelakaan. Demikian disampaikan Kepala Dishubkominfo Kabupaten Indramayu, Joko Hartawan, kemarin. “Selain pantura, jalur alternatif pun akan menjadi prioritas pemasangan rambu-rambu lalu lintas ini,” katanya.
Pemasangan rambu lalu lintas di jalur alternatif menjadi prioritas. Sebab, jalur tersebut minim dengan rambu lalu lintas. “Jadi harus dipasang agar pemudik yang melalui jalur itu tidak bingung,” katanya.

Tidak hanya itu, jalur alternatif pun rawan dengan berbagai tindak kejahatan.
Karena itu, pemasangan rambu di jalur alternatif akan lebih dominan dibandingkan di jalur utama. Adapun rambu yang akan dipasang di antaranya rambu penunjuk arah, rambu jalur, dan ramburambu lainnya.
Selain itu, jalur alternatif yang rawan tindak kejahatan adalah ruas jalur Cikamurang-Jangga, Celeng-Jatibarang, dan Simpang Lima-Jalan Ibu Tien.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Kabupaten Indramayu, Opik Hidayat, menambahkan selain mempersiapkan rambu-rambu di jalur mudik mereka pun akan menertibkan pedagang di sejumlah pasar tumpah yang berada di jalur utama pantura Indramayu. “Pasar tumpah ini berpotensi menjadi titik macet pemudik,” katanya.
Untuk jalur pantura BrebesTegal, perbaikan jembatan Kaligangsa terus dikebut.
Perbaikan berupa pengecoran pada sambungan jembatan di lajur kiri--dari arah barat ditargetkan selesai hari ini (1/7).
Untuk pemudik yang akan menggunakan jalur pantura Deandles di Kabupaten Lamongan, Jatim, harus waspada. Sebab, banyak jalan yang rusak dan bergelombang.

Kerusakan jalur alternatif tersebut diperparah dengan banyaknya kendaraan bertonase besar melintas jalur ini.
Terutama, setelah penutupan jembatan Sembayat di Kecamatan Sidayu, Gresik, yang diperbaiki hampir tiga bulan terakhir. (UL/JI/YK/T-2) Media Indonesia, 1 Juli 2014, Halaman 11

0 komentar:

Poskan Komentar