Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Perbaiki Infrastruktur Jalan Raya dan Jembatan

SETIAP tahun seperti biasa men jelang Hari Raya Idul Fitri, saya mudik dari Jakarta ke Pangandaran, Jawa Barat. Dan menjelang hari raya lalu, kembali saya menuju Pangandaran menjelang Lebaran. Soal macetnya mudik sudah biasa dialami oleh saya dan ribuan pemudik lainnya.Tentu saja, saya sudah menyadari konsekuensi macet akibat mudik tersebut, karena banyaknya pengendara yang sama-sama menuju kampung halaman masing-masing. Namun, yang sangat saya sesalkan ialah ketidaksiapan pemerintah daerah setempat terhadap arus mudik yang menuju dan melewati daerah mereka.

Seperti saya yang menuju Pangandaran, saat melewati Jembatan Cibaruyan, daerah Ciahurbeuti, Ciamis.Ternyata jembatan tersebut dalam kondisi rusak yang sangat parah alias ambles sehingga sama sekali tidak bisa dilalui para pemudik.
[Gunakan transportasi berupa rental mobil Bandung untuk perjalanan di Provinsi Jawa Barat]

Akibatnya, saya dan pemudik yang memerlukan jembatan itu untuk menuju ke kampung halaman masing-masing harus memutar. Semua kendaraan dialihkan ke jalur Kota Tasikmalaya. Kondisi seperti itu sudah terjadi berulang kali. Selalu saja setiap pulang mudik ada jalan yang tetap rusak.Jembatan yang rusak bahkan ambles.Tentu saja, kemacetan makin bertambah akibat ada jalan atau jembatan yang rusak tersebut.

Setiap kali saya pulang mudik tidak ada penyelesaian infrastruktur yang memadai dari pemerintah daerah setempat. Selalu saja pemerintah daerah tidak siap menerima arus pemudik.l Selalu terjadi jalan yang tetap rusak, i jembatan yang ambles, bahkan jalan . berlubang-lubang yang seharusnya ketika mudik sudah dalam kondisi bagus untuk dilalui. Anehnya, jalan ber lubang itu merupakan pemandangan biasa dan tetap saja ada di beberapa t daerah yang saya lewati. Entah perbaikannya tidak selesai atau memang tidak dipedulikan.i Sebagai pemudik, saya selalu kha watir tiap kali melewati jalan-jalan rusak tersebut. Bukan hanya karena kemacetan berpuluh jam yang ha. rus saya hadapi, melainkan juga keamanan mengemudi yang menjadi kekhawatiran.

Soal Jembatan Cibaruyan yang rusak tersebut, saya berharap Pemerintah Daerah Ciamis segera memperbaiki nya. Perbaikan harus dilakukan bukan hanya menjelang Hari Raya Idul Fitri, melainkan kondisi infrastruktur jalan juga harus selalu dijaga agar pengguna jalan dapat berkendara dengan aman i dan nyaman. Semoga Pemerintah Daerah Ciamis . memperhatikan masalah ini dan saya . berharap jembatan bisa diperbaiki dengan layak. Ridwan Jakarta - Media Indonesia, 19/08/2014,halaman 25

Rambu di Jalur Mudik Mulai Dipasang

JALUR mudik di Kabupaten Indramayu, baik di jalur utama maupun alternatif, segera dipasangi rambu-rambu lalu lintas. Ditargetkan, paling lama H-10 sebelum Lebaran, seluruh rambu sudah terpasang.

Pemasangan rambu-rambu lalu lintas akan dikonsentrasikan di sejumlah titik-titik strategis yang kerap dilalui pemudik dan titik yang rawan kecelakaan. Demikian disampaikan Kepala Dishubkominfo Kabupaten Indramayu, Joko Hartawan, kemarin. “Selain pantura, jalur alternatif pun akan menjadi prioritas pemasangan rambu-rambu lalu lintas ini,” katanya.
Pemasangan rambu lalu lintas di jalur alternatif menjadi prioritas. Sebab, jalur tersebut minim dengan rambu lalu lintas. “Jadi harus dipasang agar pemudik yang melalui jalur itu tidak bingung,” katanya.

Tidak hanya itu, jalur alternatif pun rawan dengan berbagai tindak kejahatan.
Karena itu, pemasangan rambu di jalur alternatif akan lebih dominan dibandingkan di jalur utama. Adapun rambu yang akan dipasang di antaranya rambu penunjuk arah, rambu jalur, dan ramburambu lainnya.
Selain itu, jalur alternatif yang rawan tindak kejahatan adalah ruas jalur Cikamurang-Jangga, Celeng-Jatibarang, dan Simpang Lima-Jalan Ibu Tien.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Kabupaten Indramayu, Opik Hidayat, menambahkan selain mempersiapkan rambu-rambu di jalur mudik mereka pun akan menertibkan pedagang di sejumlah pasar tumpah yang berada di jalur utama pantura Indramayu. “Pasar tumpah ini berpotensi menjadi titik macet pemudik,” katanya.
Untuk jalur pantura BrebesTegal, perbaikan jembatan Kaligangsa terus dikebut.
Perbaikan berupa pengecoran pada sambungan jembatan di lajur kiri--dari arah barat ditargetkan selesai hari ini (1/7).
Untuk pemudik yang akan menggunakan jalur pantura Deandles di Kabupaten Lamongan, Jatim, harus waspada. Sebab, banyak jalan yang rusak dan bergelombang.

Kerusakan jalur alternatif tersebut diperparah dengan banyaknya kendaraan bertonase besar melintas jalur ini.
Terutama, setelah penutupan jembatan Sembayat di Kecamatan Sidayu, Gresik, yang diperbaiki hampir tiga bulan terakhir. (UL/JI/YK/T-2) Media Indonesia, 1 Juli 2014, Halaman 11

Jalur Alternatif Mulai Diperbaiki

Anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan berasal dari anggaran pemeliharaan jalan yang bersumber dari APBD 2014 senilai Rp4 miliar.

MENJELANG musim mudik Lebaran 2014, perbaikan sarana jalur mudik terus diperbaiki. Jalur alternatif Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tujuan Semarang melalui Tegal atau Slawi, Jawa Tengah, saat ini mulai diperbaiki.
Perbaikan jalan terutama di ruas jalan Desa Luwunggede, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, berupa pembetonan atau rigit sepanjang 2,1 kilometer dan tinggi 25 cm.

Pengawas pekerja jalan, Theo Safii, menyebutkan perbaikan jalan ditargetkan rampung pertengahan Ramadan.
“Kalau tidak ada hambatan, sebelum musim arus mudik sudah selesai. Kami menargetkan pertengahan bulan puasa sudah selesai,“ ujar Theo, kemarin.

Jalur mudik Ciledug-Semarang melalui Tegal atau Slawi selalu menjadi pilihan pemudik yang datang dari Bandung melalui Kuningan menuju Semarang dan kota-kota di Jawa Timur.
Perbaikan jalan juga sedang dikerjakan di jalur alternatif antara Pekuncen-Cilongok dan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas, Jawa Tengah, memastikan perbaikan jalur alternatif akan sele sai pada H-10 Leba ran mendatang.

Anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan ber asal dari anggaran pemeliharaan jalan yang bersumber dari APBD 2014 senilai Rp4 miliar. Kepala SDABM Banyumas, Irawadi, mengungkapkan pihaknya telah menginventarisasi jalur-jalur alternatif yang biasa dipakai pemudik untuk mengantisipasi apabila jalur u tama baik di tengah dan selatan meng alami kemacetan. Pada bagian lain Kementerian Pekerjaan Umum menaikkan tarif tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. “Kenaikannya berkisar 11,11% sampai 16,67% untuk golongan I hingga V atau Rp1.000,“ kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum, C Kornel MT Sihaloho, di Jakarta, kemarin.

Direktur PT Citra Margatama Surabaya, M Ali Reza, selaku pengelola ruas tol tersebut menambahkan, dengan adanya kenaikan tarif tol itu, akan ada kenaikan pendapatan. “Targetnya Rp285 juta per hari dengan 80 ribu kendaraan per hari,“ ujar Ali. (JI/LD/Ire/N-3) Media Indonesia, 10/06/2014, halaman 11

Hampir 60% Jalan di Cianjur Rusak

RUAS jalan di berbagai daerah kini mulai rusak akibat banjir dan longsor. Seperti di Cianjur, Jawa Barat, jalan rusak mencapai 60%. Umumnya jalan berlubang dan ambles setelah terendam banjir dan tanah longsor.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur Athe Adha Kusdinan menjelaskan alokasi anggaran infrastruktur jalan pada tahun ini hanya Rp50 miliar. Padahal, hampir separuh atau 840,45 kilometer dari total jalan kabupaten sepanjang 1.290,35 kilometer dalam kondisi rusak.

“Idealnya memang dibutuhkan dana sekitar Rp200 miliar agar semua jalan di Kabupaten Cianjur berstatus bagus. Nantinya akan diprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan,“ kata Athe, kemarin. Jalan rusak juga terjadi di Trans-Kalimantan poros selatan, tepatnya Km 75 Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah.

Jalan strategis dan vital itu kini masih terputus akibat terendam banjir. Jalan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Palangkaraya dengan sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah, seperti Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara.

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang yang menjadi juru kampanye PDIP pun batal berkampanye ke Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Ia memilih meninjau jalur yang terputus itu. “Saya atas seizin DPP PDIP membatalkan kampanye di Banjarmasin karena harus ke Pangkalan Bun untuk mencari solusi mengatasi jalan negara yang putus total,“ ujar Teras Narang.

Teras menyebutkan jalur tersebut sangat strategis dan vital sehingga Pemprov Kalteng perlu membuat langkah darurat agar warga tidak terganggu saat beraktivitas.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamaludin, menjelaskan saat ini pengguna jalan harus melewati jalan perkebunan dan antre sekitar 1 jam. “Hal ini karena pihak perkebunan melakukan sistem buka tutup jalan sehingga terjadi antrean selama 1 jam,“ ungkapnya.

Hal sama juga terjadi di jalur trans-Nagawutun, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Akibat hujan deras selama dua hari, jalan berbiaya Rp14 miliar itu kini hancur.

Warga dari delapan desa yang dihubungkan jalan itu harus menerjang lumpur apabila menuju Kota Lewoleba, ibu kota Lembata, ataupun ke kota kecamatan Wulandoni. (SS/ BK/PT/N-3/MEDIA INDONESIA,20/03/2014,HAL 10)

Jalan Bandung - Cirebon Rusak

Pikiran Rakyat, 19 Juni 2013
Warga dan pengguna jalan meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki jalan beton jalur Bandung - Cirebon, tepatnya di ruas jalan Palasari dan Prabu Gajah Agung/ Bypass. Kerusakan jalan mulai dari penempatan Polres Sumedang hingga perempatan Barak di Kecamatan Sumedang Selatan dan Sumedang Utara.

Terdapat beberapa titik jalan beton yang rusak parah seperti di perempatan Polres, Jalan Palasari, perempatan Padasuka, termasuk di sekitar bundaran Alamsari, Lempengan jalan beton pecah dan retak-retak.

Yang lebih parah terjadi di ruas jalan Palasari dari arah Cirebon menuju Bandung. Lempengan betonnya ambles dan retak-retak sehingga sangat membahayakan para pengendara, terutama sepeda motor yang melintas di malam hari. "Sempat ada seorang pengendara sepeda motor yang terjatuh ketika melintasi jalan beton tersebut," kata Nandang (49) warga Kampung Citamiang, Kota Kulon, Selasa (18/6/2013).

Nandang mengatakan kerusakan jalan beton di Jalan Palasari sampai Prabu Gajah Agung tak mengherankan. Pasalnya, pengerjaan terkesan asal-asalan. Contohnya, pemasangan besi beton di Jalan Palasari hanya direbahkan begitu saja, tanpa dirangkai membentuk rangkaian kontruksi tulang besi.

Ditambah lagi sering dilewati truk-truk besar yang bebannya melebihi kapasitas jalan. Diperparah lagi, kondisi tanah di ruas Jalan Palasari labil karena bawahnya terdapat sumber air. Jalan beton baru dibangum sekitar tahun 2010 lalu. "Kerusakan jalan beton lebih bahaya ketimbang jalan aspal," ujar Nandang.

Hal senada dikatakan Gina (28) warga Perumahan Asahri Sumedang Utara. Ia mengatakan, kerusakan jalan beton Bandung-Cirebon sangat berbahaya terutama pengendara sepeda motor yang melitas di malam hari. "Saat melewati jalan beton yang ambles sepeda motor bisa terjatuh," ujar Gina. (Pikiran Rakyat, 19 Juni 2013)